Trik marketing untuk mendongkrak popularitas partai
Setelah melihat hasil perhitungan suara quick count sementara pada berbagai media elektonik seperti televisi dan internet untuk hasil perolehan suara partai peserta pemilu 2009, saya menilai ada benang merah untuk parameter ukuran popularitas sebuah partai.
Beberapa waktu lalu, banyak dari partai yang mencoba untuk merebut perhatian dan simpati dari masyarakat, dengan berbagai cara telah mereka lakukan. Mulai dari beriklan di berbagai media, baik televisi, radio, spanduk, pamflet, poster bahkan ada yang membuat website, baik dari partai itu sendiri bahkan dari para calegnya .
Dana yang mereka keluarkan pun tak tanggung-tanggung. Puluhan miliar rupiah telah dihabiskan untuk belanja iklan saja. Dana yang sangat fantastis untuk suatu usaha pemasaran/marketing untuk sebuah partai.
Belum lagi biaya yang dikeluarkan oleh para caleg untuk membuat poster, spanduk dan kampanye yang tentu saja memakan biaya yang tidak sedikit. Bahkan beberapa caleg ada yang melakukan money politic seperti membagi bagikan uang pada saat pelaksanaan kampanye terbuka.
Itu semua adalah usaha memasarkan/marketing untuk mendongkrak popularitas sebuah partai, yang tentu saja harapan mereka adalah agar masyarakat memberikan suaranya untuk mereka.
Memang di bidang apapun baik bidang politik maupun bisnis ada yang menggunakan cara cara pemasaran yang menurut saya kurang pas atau apa ya namanya….
Ya kembali lagi kepada moral masing masing sich. Karena suatu tindakan yang dilakukan oleh perorangan atau suatu kumpulan organisasi sebuah partai itu sebenarnya mencerminkan kepribadian / moral yang bersangkutan. Baik atau buruk toh orang lain yang akan menilainya.
Untuk saya pribadi, saya akan memilih orang / atau organisasi baik itu partai atau organisasinya berdasarkan tindakannya, pikirannya, serta moral dari orang tersebut. Baik buruknya ditentukan dari cara mereka dalam mencari popularitas.
Saat ini nilai utama atau brand dalam istilah pemasaran yang dipakai oleh partai dalam meraih popularitas ada beberapa point:
1. Figur
Untuk point ini sosok figur / kepemimpinan dalam sebuah partai memang masih sangat dominan dalam perolehan suara. Figur masih dianggap sebagai point sangat penting dalam kepopuleran sebuah partai. Lihat saja beberapa partai besar, mereka masih mengedepankan sosok figur dalam partainya.
2. Track record.
Apa yang telah mereka lakukan pada masa terdahulu, hal apa saja yang telah mereka buat, bagaimana kerjanya, adalah beberapa dari track record yang bisa mendongkrak popularitas. Pengalaman itu menggambarkan bagaimana partai itu bekerja.
3. Kesamaan ideologi / agama / pandangan.
Memang hal ini tidak bisa dipungkiri adalah salah satu point penentu juga. Latar belakang ideologi dari sebuah partai juga ikut ambil bagian dari nilai marketing partai tersebut. Karena biasanya kesamaan latar belakang dan pandangan lebih mudah diterima oleh sebagian masyarakat.
Hal hal diatas adalah beberapa ponit yang dijadikan sebuah partai sebagai selling point untuk partainya. Karena dalam dunia bisnis pun kita harus mempunyai nilai tambah / added value sebagai point plus kita dibandingkan dengan kompetitor. Karena pada saat ini para pemilih (konsumen dalam dunia bisnis) mempunyai banyak sekali pilihan. Mereka dihadapkan dengan banyak pilihan yang bisa menarik perhatian mereka dimanapun dan kapanpun.
So, apa nilai tambah anda?
Artikel lainnya:















dody
| April 11th, 2009 at 9:33 PM #
Cocok nie buwat analis politik
Ary
| April 11th, 2009 at 11:22 PM #
@ dody Sebenarnya mau agar para politikus itu terapin prinsip marketing