
pulau siloinak
Berita ini memang sedang hangat hangatnya. Bagaimana tidak, hubungan indonesia dan malaysia yang sedang memanas akhir akhir ini ikut dipicu juga oleh isu beberapa pulau yang berada di wilayah kedaulatan indonesia dijual di sebuah situs di internet.
Adalah situs http://www.privateislandsonline.com yang pertama kali memunculkan berita ini. Situs marketplace untuk penjualan pulau pulau untuk kepemilikan pribadi itu melisting 3 buah pulau di wilayah indonesia untuk dijual. Memang tidak semua pulau pulau yang dilisting di situs itu untuk dijual, tetapi ada pula yang untuk disewakan (for rent).
Adapun pulau pulau yang dijual itu berada di kepulauan mentawai, yaitu pulau macaroni (dihargai USD $ 4 juta), pulau Siloinak ( dihargai USD $1.6 juta) dan pulau kandui (dihargai USD $ 8 juta). Entah siapa yang mengajukan pulau pulau tersebut untuk dilisting di situs itu tetapi pasti ada pihak yang mengajukan ke situs marketplace terbesar untuk penjualan dan penyewaan pulau pulau. Continue Reading ->
Meneruskan postingan saya sebelumnya tentang tari pendet dan menanggapi berita akhir akhir ini yang marak diberitakan dan juga topik yang ramai di banyak situs social network macam facebook dan twitter ada kiranya saya menjelaskan tentang sejarah tari pendet yang sebenarnya.
Seperti kita ketahui bahwa saat ini tari pendet diklaim sebagai tarian asli oleh negara tetangga kita, malaysia. Tari pendet ini menjadi polemik yang hangat diberitakan karena ada satu tayangan iklan komersial pariwisata malaysia yang memuat adegan tarian pendet di iklan mereka yang sudah ditayangkan di banyak stasuin tv regional maupun manca negara.

Sejarah tari pendet sebenarnya sudah ada sejak lama di bali. Tarian ini termasuk yang tertua diantara tarian sejenis yang ada di pulau bali. Dari berbagai sumber yang saya temukan tercatat bahwa tahun 1950 adalah tahun dimana terciptanya tarian pendet. Sebelumnya tarian ini ada untuk upacara keagamaan dan ritual sejenis di bali.
Adalah dua seniman kelahiran Desa Sumertha, Denpasar bernama I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng yang menciptakan tarian ini. Merekalah yang mengubah tarian ritual ini menjadi tarian penyambutan bagi tamu yang dilakukan empat orang penari di berbagai tempat termasuk hotel dan tempat resmi lainnya. Continue Reading ->
Untuk kesekian kalinya negara tetangga serumpun kita kembali mengklaim bagian dari budaya asli indonesia sebagai milik mereka. Setelah Pulau Sepadan-Ligitan yang diklaim merupakan pulau milik malaysia kini Tari Pendet diklaim milik mereka.
Postingan ini bukan bertujuan untuk memprovokasi masalah yang sedang panas ini, tetapi lebih kepada mengingatkan kita sebagai bangsa yang besar dan memiliki banyak kebudayaan asli agar lebih peduli dan memperhatikan adat asli daerah.
Kita sama sama ingat beberapa waktu lalu negara jiran itu mengklaim Pulau Sepadan-Ligitan, kemudian Rendang (minang), batik (jawa), angklung (sunda), Rasa sayange (maluku) dan kini tari pendet juga diklaim sebagai milik mereka. Hal ini dilihat dari sebuah iklan komersial pariwisata mereka yang terdapat jelas sekali tarian pendet yang jelas jelas berasal dari bali itu terdapat di salah satu adegan di iklan itu.
Mengapa negara serumpun itu banyak sekali mengklaim kebudayaan asli indonesia?.. Continue Reading ->